LK 3.1 Menyusun Best Practices dony angga permana Flipbook PDF


95 downloads 98 Views 132KB Size

Recommend Stories


Best Practices for Healthy Eating
Best Practices for Healthy Eating For Organizations Serving Children and Youth Authors Michelle Boyle, MS, CHES Gina Celano, MS, CHES Erica Cooper,

Las buenas prácticas, prácticas exitosas o mejores prácticas (best practices)
Las buenas prácticas, prácticas exitosas o mejores prácticas (best practices) son soluciones que han probado ser eficientes y eficaces para cumplir un

BEST PRACTICES EN EL CAMPO DE LA MEJORA CONTINUA EN GRANDES EMPRESAS ARGENTINAS
XVII INTERNATIONAL CONFERENCE ON INDUSTRIAL ENGINEERING AND OPERATIONS MANAGEMENT Technological Innovation and Intellectual Property: Production Engin

User guide and best practices for NDT-Profile 2.X Proyecto NDT-Suite 2.X
User guide and best practices for NDT-Profile 2.X Proyecto NDT-Suite 2.X Autor: IWT2 Gruop Version: 02.03 Date: 05/05/2010 Proyecto NDT-Suite 2.X Us

Story Transcript

Nama NO UKG NIM Prodi PPG Lptk

: : : : :

Dony Angga Permana 201502948029 22123299077 Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Yogyakarta

LK 3.1 Menyusun Best Practices

Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak) Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa dalam Layanan Bimbingan dan Konseling Lokasi Lingkup Pendidikan Tujuan yang ingin dicapai

SMK NEGERI 1 KEDAWUNG KABUPATEN CIREBON SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN ( SMK ) A. Tujuan Pada Layanan Klasikal 1

Peserta didik dapat Memahami dan menyimpulkan Bahaya Pacaran pada remaja B. Tujuan Pada Layanan Klasikal 2 Peserta didik/konseli dapat Memahami dan Menyimpulkan cara mencari teman C. Tujuan Pada Layanan Konseling Individual Tujuan konseling ini memberi kesempatan dan kebebasan kepada konseli untuk mengekspresikan perasaan, harapan dan terbentuknya perilaku yang baru D. Tujuan Pada Layanan Konseling Kelompok

Anggota Kelompok mampu meningkatkan kemampuan diri dalam menentukan skala prioritas dalam Management waktu

Penulis Tanggal

Dony Angga Permana, S.Pd. A. Layanan Klasikal 1, Pada 15 Desember 2022 B. Layanan Klasikal 2, Pada 16 Desember 2022 C. Layanan Konseling Individual, Pada 5 Januari 2023 D. Layanan Konseling Kelompok, Pada 13 Januari 2023

Situasi: Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini.

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah layanan bimbingan klasikal 1 adalah terdapat sebagian besar peserta didik yang mempunyai masalah dengan teman dekat/ Pacar dan banyaknya anak yang mempunyai hubungan khusus dengan lawan jenis yang melampaui batas , hal tersebut ditunjukan dari hasil assesment AKPD Hal ini menjadi peran dan

Tantangan : Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat,

tanggung jawab Saya sebagai guru BK untuk membantu peserta didik agar memahami dan menyimpulkan tentang bahaya pacaran pada remaja melalui layanan BK yang diberikan. Selanjutnya masalah layanan bimbingan Klasikal 2 adalah sebagian peserta didik banyak yang tidak mempunyai teman dekat dan dijauhi oleh teman – temannya karena tingkah laku yang kurang menyenangkan atau sifatnya yang unik dan pendiam sehingga saya sebagai guru BK mempunyai inisiatif mengangkat materi tentang bagaimana cara mencari dan disenangi teman Kondisi yang menjadi latar belakang masalah Layanan Konseling Individu adalah terdapat satu orang pendidik yang merasa ingin menceritakan permasalahan keluarga kepada konselor agar dia bisa mengutarakan permasalahannya dan berharap ketika dia menceritakan keluh kesahnya tersebut dia menemukan solusi, mempunyai mental yang kuat dalam menghadapi takdirnya dan tetap semangat menjalani hidup. Hal ini menjadi peran dan tanggung jawab Saya sebagai guru BK untuk membantu peserta didik agar tetap semangat dan tidak putus asa dalam menjalani permasalahan keluarganya agar tidak terdampak pada sekolahnya dan mental si perserta didik tersebut Kondisi yang menjadi latar belakang masalah layanan konseling kelompok adalah terdapat beberapa peserta didik yang mempunyai masalah management waktu dari hasil assemen AKPD menunjukan kondisi peserta didik dalam memenage waktu dengan baik masih sangat kurang karena banyakny siswa yang terlambat, begadang ,bermain sosmed dan nonton film sehingga lupa waktu untuk melakukan hal yang penting seperti mengerjakan tugas sekolah dan mengingkuti pelajaran sekolah Hal ini menjadi peran dan tanggung jawab Saya sebagai guru BK untuk membantu peserta didik mengatasi masalah tersebut melalui layanan konseling kelompok yang diberikan. Yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan pada rencana Aksi adalah :

Bimbingan Klasikal A. Kelas harus migrasi ke tempat lain (meeting room), karena kelas yang akan digunakan praktik memiliki pencahayaan yang gelap, sehingga perlu pindah ke ruangan lain. B. Siswa merasa grogi karena akan direkam. C. Guru Bk masih perlu mengembangkan metode yang sesuai agar bimbingan klasikal menjadi lebih interaktif dan menarik. Konseling Individu a. Penguasaan teknik dan pendekatan yang digunakan oleh konselor perlu lebih didalami sehingga dapat lebih spesifik lagi b. Menciptakan kenyamanan dan kepercayaan dalam diri konseli terhadap konselor saat melaksanakan konseling individu, sehingga akan tercipta keterbukaan didalam diri konseli. Konseling Kelompok a. Penguasaan materi konselor terhadap teknik/model yang digunakan dalam layanan konseling kelompok. b. Pemahaman siswa terkait kegiatan konseling kelompok. Aksi : Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini

Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan adalah : Bimbingan Klasikal 1 dan 2 : a. Menerapkan model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik yang menarik dan inovatif. b. Menyajikan materi menggunakan media yang interaktif Konseling Individu

a. Memahami lebih dalam terkait teknik yang digunakan. b. Menyambut kedatangan siswa ke ruang BK dengan sikap terbuka. Konseling Kelompok

a. Memberikan pemahaman kepada siswa bahwa setting yang digunakan adalah setting kelompok sehingga siswa akan lebih nyaman.

b. Memberikan pemahaman kepada kelompok untuk saling percaya dan saling menghargai serta saling menjaga kerahasaiaan masalahyang dialami oleh tiap anggota kelompok. c. Menjaga dinamika kelompok agar tetap terjadi. Strategi yang digunakan dalam praktek ini : 1. Bimbingan klasikal 1 menggunakan model pembelajaran Problem Solving dan diskusi Adapun proses pelaksanaanya adalah, Guru BK melakukan pembukaan dengan apersepsi dan menyampaikan tujuan, pembagian kelompok dan ice breaking. Tahap inti guru BK memberikan penjelasan tentang bahaya pacaran pada remaja dengan menampilkan sebuah kasus dampak negatif berpacaran pada remaja Di akhir kegiatan Guru BK melakukan evaluasi proses dan hasil 2. Bimbingan klasikal 2 menggunakan model pembelajaran Problem Solving dan diskusi Adapun proses pelaksanaanya adalah, Guru BK melakukan pembukaan dengan apersepsi dan menyampaikan tujuan, pembagian kelompok dan ice breaking. . Tahap inti guru BK memberikan sebuah Video tentang perundungan atau bullying dan meminta perserta didik untuk menjelaskan mengapa itu bisa terjadi dan bagaimana cara mempunyai dan disenangi banyak teman Di akhir kegiatan Guru BK melakukan evaluasi proses dan hasil 3. Konseling individu menggunakan pendekatan dan teknik Person Centered pada sesi pertama sesi pertama adalah menerima konseli dengan hangat, melakukan eksplorasi dan setelah menemukan masalah konseli menentukan satu pendekatan konseling yang akan digunakan, kemudian di akhir kegiatan Guru BK melakukan evaluasi proses dan hasil. 4. Konseling Kelompok Guru BK membangun kepercayaan dari setiap anggota kelompok agar setiap anggota

kelompok dapat menyampaikan permasalahan yang dialami tanpa ragu dan konselor berterimakasih atas kedatangan konseli dan membina hubungan baik agar tercipta suasana yang hangat agar anggota kelompok semakin mengenal satu dengan yang lainnya selanjutnya Guru BK mengajak peserta didik untuk sepakat menjaga kerahasiaan terhadap hal yang dibicarakan dalam konseling kelompok./pihak yang terlibat dalam konseling kelompok, melaksanakan kegiatan inti eksplorasi masalah serta mencari alternatif solusi dari masalah tersebut dan berkomitmen. Refleksi Hasil dan dampak Bagaimana dampak dari aksi dari LangkahBagaimana dampak dari aksi langkah yang dilakukan? dari Langkah-langkah yang Bimbingan klasikal : dilakukan? Apakah hasilnya dengan model pembelajaran Problem solving dan efektif? Atau tidak efektif? diskusi dengan media berbasis TPACK Mengapa? Bagaimana respon membantu peserta didik lebih bersemangat dan orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa tidak cepat bosan dalam pembelajaran, karena pada saat pembelajaran peserta didik dibagi yang menjadi faktor menjadi beberapa kelompok serta perkelompok keberhasilan atau berdiskusi dan mencari pemecahan masalah. ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa dan hasil bimbingan klasikal berjalan secara pembelajaran dari efektif keseluruhan proses tersebut

Konseling Individual Dampak dari langkah-langkah yang dilakukan adalah Konseli dapat terbuka dengan masalah yang dialami. setelah konseling di pertemuan pertama dia sekarang lebih memahami arti hidup apa yang sekarang terjadi adalah sebuah takdir yang harus dijalani dan dia tidak mau terbebani lagi dengan masalah tersebut yang dipikirkannya sekarang dia ingin fokus belajar agar dapat meningkatkan derajat martabat keluaraga dan harapannya dapat terwujud sehingga hasil konseling cukup efektif karena konseli mampu mengambil keputusan dan berkomitmen sesuai dengan tujuan pada konseling individu. Konseling Kelompok dampak dari penerapan konseling kelompok pada peserta didik sangat terlihat, dimana anggota kelompok saling memahami permasalahan masing-masing anggota

kelompok. Dengan dilaksanakannya konseling kelompok ini terlihat peserta didik terlibat aktif dalam kegiatan konseling kelompok ini. Efektivitas keberhasilan strategi yang dilakukan : Secara umum dari ke empat rencana aksi yang dilakukan berjalan efektif, hal ini terlihat dari angket evaluasi hasil dan angket kepuasan konseli yang diberikan kepada peserta didik, menunjukkan hasil yang memuaskan. Selain itu berdasarkan hasil pengamatan secara langsung terjadi perubahan yang dialami peserta didik setelah menerima layanan bimbingan klasikal, bimbingan kelompok, konseling kelompok maupun konseling individu. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pelaksanaan rencana aksi : laksanaan rencana aksi : 1. Bimbingan klasikal : a. Penguasaan guru BK terhadap model pembelajaran yang digunakan. b. Penguasaan guru BK terhadap media pembelajaran yang digunakan. c. Penguasaan guru BK terhadap materi yang akan disampaikan. d. Ketersediaan sarana dan prasarana yang mendukung. e. Dukungan dari pihak sekolah yang turut membantu kelancaran prosesp embelajaran. 2. Konseling individu : a. Penguasaan guru BK dalam melaksanakan setiap langkah kegiatan konseling individu. b. Penguasaan guru BK terhadap teknik yang digunakan dalam konseling individu. c. Keaktifan dan keantusiasan peserta didik dalam mengikuti kegiatan layanan konseling individu. d. Niat dan tekad dari peserta didik untuk mau berubah perilaku dan pikirannya untuk mencapai yang lebih baik.

e. Teman sejawat yang membantu dalam proses perekaman kegiatan pembelajaran. Konseling kelompok : a. Penguasaan guru BK dalam melaksanakan setiap langkah dalam kegiatan konseling kelompok. b. Penguasaan guru BK dalam teknik yang digunakan. c. Penguasaan guru BK dalam materi yang akan diberikan. d. Keaktifan dan keantusiasan peserta didik dalam mengikuti kegiatan layanan bimbingan/konseling kelompok. e. Ketersediaan sarana dan prasarana yang mendukung. f. Teman sejawat yang membantu dalam proses perekaman kegiatan pembelajaran.

Get in touch

Social

© Copyright 2013 - 2024 MYDOKUMENT.COM - All rights reserved.